Pengabadi Momen

•August 1, 2008 • 3 Comments

Tahun lalu; aku hanya seoarang pengabadi momen. Sampai sekarangpun, aku hanya seorang pengamat, yang hanya berbisik-bisik dari kursi penonton, menyaksikan pergulatan singa dan sang gladiator bertarung di arena. Aku hanya pihak ketiga, yang tidak pernah mengeluarkan suaranya ditengah dentuman dan hujaman peluru yang lalu lalang di medan pertempuran. Continue reading ‘Pengabadi Momen’

Kebingungan di tengah Aksi mahasiswa…

•June 30, 2008 • 1 Comment

aksi mahasiswa…

1.malu,kesal dan bertanya2 mengapa aksi mahasiswa harus rusuh seperti itu…tidak menunjukkan ke intelektualannya(padahal katanya mahasiswa adalah kaum intelektual). tidak sama sekali menunjukkan karakteristik perjuangan mahasiswa,melakukan hal yang tidak bisa dibedakan antara mahasiswa dengan perusuh…(atau mahasiswa memang perusuh)seperti sekelompok monyet yang sedang marah…(atau jangan2 memang beginilah karakter perjuangan mahasiswa)… mengatasnamakan rakyat,tapi entah rakyat yang mana (tolong dijelaskan kalo ada yang tau) karena sejauh yang gw liat tanggapan dimana2 kok kebanyakan mencemooh,tidak senang atau terganggu…malah rakyat kecil juga ada yang terganggu. membela rakyat tapi mengganggu kepentingan umum,membakar uang rakyat(mobil polisi) meruntuhkan pagar yang dibangun dengan uang rkyat yang nantinya akan dibangun lagi dengan uang rakyat lagi…nah jd pemborosan yang tak penting terjadi,disaat kita seharusnya berhemat. berkelahi dengan sesama bangsa indonesia,seakan2 kita adalah dua kubu yang memang harus selalu bertentangan…saling menuding ketika terjadi hal2 yang buruk dilapangan(bukankah semuanya memang saling berhubungan,ketika satu salah yang ;lain juga punya andil,sama2 bangsa indonesia toh). tidak menghargai pemimpinnya,jadi bagaimana bangsa kita mau maju,karena pemimpin tidak diiringi dengan kepercayaan dan dukungan,memangnya hanya si pemimpin yang bertanggung jawab pada kemajuan bangsa,kalopun iya,itu tanggung jawab yang besar,seharusnyalah kita mendukung kesuksesannya,bukannya malah manambah kesuliitan,jadilah warga negara yang baik dan membangun bangsa ini bersama2,dan seakan2 mahasiswa adalah seseorang yang kebal hukum walaupun melakukan kesalahan…semoga semua itu benar2 atas nama bangsa indonesia,bukan lah kepentingan golongan A atau B…

2.Salut…sumpah,gw salut banget dengan keberanian mereka memperjuangkan visi yang mereka bawa,tak perduli akan ada batu yang melayang ke arah mereka, peluru karet yang bisa saja diterbangkan dari senapan, terjangan water canon yang gak bisa dibilang nyaman,apalagi gas air mata yang sangat memedihkan…salut dengan keteguhan mereka yang tetap setia dengan visi yang dibawanya…salut dengan ke konkritan gerakan mereka yang tentu saja bukanlah hal yang dapat dikatakan mudah…dan gw sangat yakin bangsa ini akan maju dalam waktu dekat ketika ini semua benar2 berasal dari hati dan nurani kaum muda yang akan segera datang masanya(tapi semoga penyakit amnesia khas indonesia tidak terjadi pada kaum muda ketika masanya datang,ntar malah berulang2 terus seperti ini)

3.bingung seharusnya kecewa,kesal,sedih atau senang atau tenang2 saja…dengan kepasifan dalam hal ini,bertanya2 apa yang harusnya dilakukan dalam status seorang mahasiswa,mahasiswa ITB,mahsiswa arsitektur,anggota IMA-Gunadharma…kontribusi sepertinya yang seharusnya dilakukan..hanya satu hal yang ingin dlakukan…maju kedepan teman2 mahasiswa disana lalu bertanya

gerakan mahasiswa seperti apa yang sebenarnya sedang terjadi?pembelaan rakyat atau penggulingan pemerintahan?

Rakyat?rakyat yang mana sebenarnya yang sedang dibela?

mengapa mereka tidak menghormati apalagi membantu pemimpin bangsa ini?

Gerakan intelektual seperti apa yang sebenarnya sedang dilakukan?intelektualkah ini?

hmmmm apa lagi ya…

Apa memang mahasiswa kebal hukum ya?hahahaha

sepertinya sedang terjadi pembiasan makna mahasiswa dan kekuatannya (akibat reformasi 98 kayanya)semoga tidak sa;lah arah…

bagaimana teman2 IMA-Gunadharma

AkuCintaIndonesia-semoga bangsa ini bisa benar2 bersatu-

setiap orang adalah penting

•June 30, 2008 • 1 Comment

hahaha,tergelitik pengen menulis tentang ini…

“setiap orang adalah penting”sangat umum sepertinya kalimat ini dan sangat normatif…tapi begitulah memang seharusnya(menurut gw)

setiap orang adalah penting..tak perduli bagaimanapun perangainya,tak perduli sejelek apapun dia,tak perduli sejahat apapun dia,tak perduli sebodoh apapun dia…

harusnya setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam setiap situasi dan kondisi,dan harusnya kepercayaan menyertai setiap perbuatan dan perjuangan,harusnya tak ada pintu pembelajaran yang ditutup untuk semua orang dan kalangan…

pandangan idealis,yang terkesan naif,utopis…namun itulah jalan yang gw pilih…dan sampai ada sesuatu kebenaran lain yang mengubah pemikiran,inilah yang dipegang…

tapi tidak sama sekali mendoktrin,atau mengajak atau sejenisnyalah…ada banyak jalan lain sepertinya,bisa idealis,realis,naturalis,humanis…hahaha,tah apa2…

no bad feeling bwt teman2…toh gw yang memilih jalan idealis juga membutuhkan pandangan teman2 yang lebih realistis memandangny supaya gw jg tak terlalu naif mamandangnya…tapi teman2 yang realist jg seharusnya menyadari bahwa ada yang memilih jalan idealis,walaupun entah benar atau salah idealisme yang dipegangnya…

jadi sebaiknya kita bisa memposisikan diri dalam posisi yang terbaik dan proporsional tanpa melibatkan emosi atau kekotoran pikiran lainnya agar bisa lebih jernih…siap kalah jika memang kenyataannya harus kalah,dan menghargai yang kalah ketika memang menang…

satu hal,kita memerlukan kejujuran pribadi untuk bisa memposisikan diri pada aliran idealis atau realist,jangan sampai jalan yang dipilih adalah pengaruh dari luar…jadilah mercusuar yang kokoh dalam terjangan ombak dan badai,dan jadilah mercusuar yang dapat memandang kesegala arah dalam kekokohannya…

bangsa ini kekurangan kejujuran…

bangsa ini kekurangan moralitas yang unggul…

bangsa ini akan maju…

 

akuCinta Indonesia-sedang mencoba jujur pada diri sendiri-

dari babakan siliwangi hingga kesenjangan sosial

•May 17, 2008 • Leave a Comment

Isu babakan siliwangi yang kembali hangat akhir-akhir ini,

menimbulkan berbagai pertanyaan yang saling terkait antara satu dengan lainnya.

Pembangunan dengan alasan  kepariwisataan  yang mulai tidak bertanggung jawab,

melalui privatisasi ruang-ruang  untuk publik  termasuk ruang terbuka hijau yang menimbulkan berbagai  efek, dari ekologi, sosial, budaya dan ekonomi

Timbul pertanyaan dalam benak saya, apakah pemerintah hanya mempertimbangkan pariwisata bandung ditujukan untuk kalangan tertentu, jika langkah-langkah privatisasi yang diambil.

Apakah tidak layak bagi kalangan bawah untuk menikmati hal yang sama dengan kalangan atas.

Apakah privatisasi merupakan satu-satunya jalan membangun pariwisata kota di bandung?

Bukankah Bandung memiliki kekayaan budaya serta rencana pembangunan kota yang terbengkalai di jaman belanda yang layak untuk diperjuangkan, bukannya membuat masalah yang baru..

Apakah suatu tempat hanya akan menghasilkan pendapatan yang banyak ketika yang datang hanya dari kalangan atas?

benarkah demikian?

apakah keberhasilan ruang publik di negara seperti eropa, hanya berhasil karena tidak ada lagi kesenjangan sosial?

Apakah indonesia tidak memiliki kemungkinan untuk merasakannya juga?

perasaan diterima di ruang publik, yang hingga sekarang hanya dapat dirasakan di negara dengan perekonomian yang telah merata.

sebuah pertanyaan besar, ternyata berangkat dari isu kawasan berbentuk tapal kuda , babakan siliwangi.

Masalah kesenjangan sosial yang berlarut dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan dan menyentuh berbagai disiplin keilmuan.

Apa yang dapat kita lakukan sebagai kalangan akademisi arsitektur , untuk memberikan solusi bagi masalah besar negara ini, yaitu kesenjangan sosial?

Senandung 1000 manusia

•April 18, 2008 • 5 Comments

To every action there is always opposed an equal reaction.
- Isaac Newton

Kenyataannya, pandangan kita memang sempit. Seringkali kita hanya melihat apa yang di depan kita. Keluarga kitalah yang menjadi contoh, panutan akan apa yang kita perbuat dan lakukan, yang kita bawa kemudian ke pergaulan di masyarakat luas. Teman kita, terkadang menjadi orang kedua terdekat setelah orang tua dan saudara kita, bagaimana kehidupan mereka, tidaklah banyak kita ketahui. Mungkin peringkat ketiga orang-orang yang kita lihat adalah guru, pengajar, senior, mentor, yang memberikan masukan-masukan berupa ilmu, nasihat, dan lain sebagainya.

Atau, pandangan kita sempit, karena kita melihat terlalu jauh. Kita memandangi selebritis-selebritis, orang-orang yang berada di awan-awan, mengikuti setiap langkah mereka setiap hari (bahkan, tiga hari sekali! — bahkan kurang, sekarang dilengkapi dengan suplemen berupa tabloid). Ternyata tidak selalu manusia… Kadang-kadang penglihatan kita terganggu oleh benda-benda mati seperti gadget, otomotif, fashion, (dan/atau) kolom.
Continue reading ‘Senandung 1000 manusia’

Perkiraan Kronologis Hilangnya CPU milik G

•April 16, 2008 • 4 Comments


okeh…pertama-tama, bagi yang belum tau (keknya udah pada tau semua kalo pengurus, hehe) ima-g berduka pada tanggal 14 April 2008 perihal hilangnya CPU milik G yang sangat bermanfaat bagi banyak orang, khususnya yang sering beriteraksi dengan WE (PES, red) dan senantiasa mengeluarkan kata-kata yang kurang senonoh ketika kebobolan, atau bagi yang sering numpang ngerjain dan nitip tugas, notulensi BP (udah ga pernah nih keknya), dan tentunya buat kutu-kutu internet yang belum punya modal (hehe, internetnya juga ga jalan sih)….nah kira-kira seperti itu.
Kecurigaan bermula (baca; ketauan ilangya) ketika dipagi senin 14 April ketika beberapa orang maniak PES menanyakan perihal keberadaan komputer tersebut, spontan saya bingung, dan setelah beberapa saat saya baru sadar kalau komputer (CPU) raib.

Continue reading ‘Perkiraan Kronologis Hilangnya CPU milik G’

jangan cuma bertanya…

•April 4, 2008 • 4 Comments

empat

tiga

duwa

satu

hmmmm beginilah keadaan sekre seteleh suatu kegiatan berakhir…kok kerjanya setengah-setengah

berikan saran, kritik, masukan, solusi, dan tidak nyata kita, mulai dari yang kecil saja :)

kebiasaan nyolot akhir akhir ini

•April 2, 2008 • 2 Comments

terasa di telinga yang mendengar, mata yang membaca dan melihat, hati yang merasakan, dan tangan yang pengen nampol orang bahwa suasana di himpunan ini sedang keruh, kisruh, dan rusuh..uh uh uh..

banyak sekali orang mengeluh, banyak sekali orang membantah, banyak sekali orang nyolot (apa nih bahasa indonesianya?), dan itu di mana-mana. secara lisan maupun tulisan. banyak ‘anjing’, ‘tai’ yang beredar, perasaan pundung, kesal, marah, capek hati, tak dihargai, tak dihormati juga ting telecek di G, publikasi-publikasi mulai gak sopan, tulisan-tulisan ‘kaleng’ berjamur dimana-mana, lengkap dengan studio arsi yang heboh heboh nyenengin.

kenapa kenapa..mbok ya cerita, ben dirungukke bareng-bareng,,dituntaske nipun yo bareng-bareng..

selalulah tersenyum (tertawa), dan buatlah orang lain juga tersenyum ( tertawa), jangan sampe yang satu tertawa-tawa, yang lain umpat-mengumpat ngatain yang ketawa-ketawa.loh loh..bingung..

keanggotaan (gw, andang, irene, didit, fina, nadia aziza, sil, ngocop, irwin, dst) siap menjadi pendengar yang baik, cerita saja..biar segera disampaikan..ok ok?!

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.