setiap orang adalah penting
hahaha,tergelitik pengen menulis tentang ini…
“setiap orang adalah penting”sangat umum sepertinya kalimat ini dan sangat normatif…tapi begitulah memang seharusnya(menurut gw)
setiap orang adalah penting..tak perduli bagaimanapun perangainya,tak perduli sejelek apapun dia,tak perduli sejahat apapun dia,tak perduli sebodoh apapun dia…
harusnya setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam setiap situasi dan kondisi,dan harusnya kepercayaan menyertai setiap perbuatan dan perjuangan,harusnya tak ada pintu pembelajaran yang ditutup untuk semua orang dan kalangan…
pandangan idealis,yang terkesan naif,utopis…namun itulah jalan yang gw pilih…dan sampai ada sesuatu kebenaran lain yang mengubah pemikiran,inilah yang dipegang…
tapi tidak sama sekali mendoktrin,atau mengajak atau sejenisnyalah…ada banyak jalan lain sepertinya,bisa idealis,realis,naturalis,humanis…hahaha,tah apa2…
no bad feeling bwt teman2…toh gw yang memilih jalan idealis juga membutuhkan pandangan teman2 yang lebih realistis memandangny supaya gw jg tak terlalu naif mamandangnya…tapi teman2 yang realist jg seharusnya menyadari bahwa ada yang memilih jalan idealis,walaupun entah benar atau salah idealisme yang dipegangnya…
jadi sebaiknya kita bisa memposisikan diri dalam posisi yang terbaik dan proporsional tanpa melibatkan emosi atau kekotoran pikiran lainnya agar bisa lebih jernih…siap kalah jika memang kenyataannya harus kalah,dan menghargai yang kalah ketika memang menang…
satu hal,kita memerlukan kejujuran pribadi untuk bisa memposisikan diri pada aliran idealis atau realist,jangan sampai jalan yang dipilih adalah pengaruh dari luar…jadilah mercusuar yang kokoh dalam terjangan ombak dan badai,dan jadilah mercusuar yang dapat memandang kesegala arah dalam kekokohannya…
bangsa ini kekurangan kejujuran…
bangsa ini kekurangan moralitas yang unggul…
bangsa ini akan maju…
akuCinta Indonesia-sedang mencoba jujur pada diri sendiri-

Sama dgn idealisme seseorang, kalimat’setiap orang adalah penting’ juga berlaku jika ada peran orang lain.
Contoh kasus: jika seseorang merasa tidak penting dalam suatu komunitas yang membutuhkan komitmen, padahal ia berusaha dan belajar menyesuaikan di dalamnya, siapakah yang salah? Nah loh, bisa jadi perasaan selalu ikut main di dalamnya..hmm;-)